img-feed img-feed-email img-facebook img-twitter

Pelajaran Berharga Dari Seorang Nenek

Sebuah Pelajaran dapat kita petik dari mana saja, baik di sekolah, di rumah, di jalan dan di manapun kita berada. Pelajaran berharga membutuhkan pemahaman dan penghayatan dari hati dan otak sekaligus pikiran kita. Bayangkan jika suatu masalah yang kita hadapi tidak menggunakan pikiran dan hati kita, maka tidak akan menjadi hikmah dari suatu masalah tersebut.

nenek sehat
ilustrasi

Kemarin sore (28/02/2012) di depan parkiran ada seorang Nenek yang sudah tua renta, kalau saya perkirakan sudah berumur lebih dari 65 tahun. Beliau datang kepada saya yang kebetulan mau naik sepeda bersama teman saya (saya di bonceng). Beliau menawarkan dagangannya berupa lemet atau rukuk-rukuk jajan khas daerah yang terbuat dari adonan ketan di tengahnya ada kelapa yang sudah di parut dan rasanya manis. Penampilan nenek ini alakadarnya dengan memakai jilbab yang sudah lusuh dan baju yan kumel. "mas, mboten mundhut jajan kulo, niki tasik kathah mas" dengan senyum yang dibuat semanis-manisnya. (mas, maukah membeli jajan saya, ini masih banyak mas). Pikiran saya langsung bekerja sinkron dengan hati saya, dalam hati berkata, nenek hebat dan tidak pantang menyerah. Walaupun sudah tua renta tapi beliau berusaha dengan tidak menjadi "peminta" seperti kebanyakan orang yang sudah tua lainnya.

Seorang nenek yang super hebat, dia tidak menggadaikan harga dirinya dengan meminta-minta di pinggir jalan atau duduk manis di depan mall mengharapkan belas kasihan dari orang yang lewat. Harga diri memang menjadi prinsip nenek itu, karena dia masih mau berusaha walaupun dengan kondisi yang sudah tua, apalagi beliau seorang wanita. Beliau juga membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan turun sewaktu-waktu.

Semoga beliau di beri kesehatan dan kekuatan fisik untuk berjualan terus dan dilapangkan rejekinya. Terima kasih nek engkau telah memberi pelajaran berharga tentang arti sebuah harga diri dan perjuangan tanpa kenal lelah.

Trending Topic Minggu Ini

 
▲ TOPO ▲